NU Online Demak
Dalam definisi sederhana, ikhlas berarti melakukan suatu amal perbuatan hanya untuk mengharap ridlo Allah SWT semata. Tidak ada tendensi atau motivasi-motivasi lain selain-Nya. Ikhlas menjadi kata kunci diterimanya sebuah amal dan ikhlas pulalah yang menjadikan agama ini menjadi agama yang kokoh ( dinu al qayyimah ).
Sebuah amal perbuatan tanpa disertai niat adalah sebuah hal yang sia – sia. Niat tanpa disertai ikhlas adalah riya’ atau ingin dilihat dan dipuji oleh selainNya. Dan riya’ merupakan hal yang sangat dikhawatirkan Rasulullah, karena termasuk syirik kecil.
Hujjatul Islam, Imam Al-Ghazali pernah mengatakan:
هَلَكَ النَّاسُ كُلُّهُمْ إِلاَّ الْعُلَمَاءْ , وَهَلَكَ الْعُلَمَاء كُلُّهُمْ إِلاَّ الْعَامِلِيْنَ ,وَهَلَكَ الْعَامِلُوْنَ كُلُّهُمْ إِلاَّ الْمُخْلِصِيْنَ, َالْمُخْلِصُوْنَ عَلىَ خَطْرٍ عَظِيْمٍ
”Setiap manusia akan rusak kecuali orang yang berilmu, dan orang yang berilmu akan rusak kecuali yang mengamalkan ilmunya, dan orang yang beramal juga binasa kecuali yang ikhlas (dalam amalnya). Akan tetapi, orang yang ikhlas juga tetap harus waspada dan berhati-hati dalam beramal. “
Dari apa yang disampaikan Imam Ghozali tersebut, bisa dikatakan bahwa menjadi alim saja belumlah cukup tanpa disertai dengan menerapkan ilmu yang dimilikinya. Bahkan seorang alim yang telah mengamalkan ilmunyapun akan binasa kecuali jika amalnya disertai dengan keikhlasan Wallohu a’lam.
Pengirim: Syariful Ajib, S. Sy, MM