Demak-NU Online Demak
Puluhan warga Desa Loireng, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, menggelar aksi damai di Balai Desa pada Minggu (2/2/2025).
Mereka menuntut solusi konkret dari pemerintah desa atas banjir yang telah menggenangi jalan dan permukiman mereka selama lebih dari satu bulan.
Banjir yang diakibatkan oleh tingginya curah hujan dan rob ini menyebabkan genangan air setinggi ±50 cm, berdampak pada sekitar 350 kepala keluarga. Meski kondisi tak kunjung membaik, sebagian besar warga masih bertahan di rumah masing-masing, meski aktivitas mereka sangat terganggu.
Dalam aksi tersebut, warga membawa berbagai pamflet berisi kritik tajam terhadap pemerintah desa. Beberapa di antaranya berbunyi, “Nasib nduwe lurah ora peka #ganti lurahe”, “Ratusan juta buat rumah pompa tapi tidak difungsikan, salah e sopo?”, serta “Pak lurah tangi, delok o desomu, ojo turu terus!”.
Selain masalah lingkungan, warga juga mengeluhkan dampak banjir terhadap kehidupan sosial dan ibadah mereka.
“Kami sudah tidak bisa tarawih karena air tinggi. Masjid dan musala terendam banjir. Jangan sampai tahun ini kami juga tidak bisa tarawih karena air rob yang tak kunjung surut,” ujar salah satu peserta aksi.
Warga mendesak agar pemerintah desa segera mengambil tindakan nyata, salah satunya dengan penyedotan air di titik sipon Tol Sayung agar banjir bisa surut lebih cepat.
Menanggapi tuntutan tersebut, Camat Sayung, Sukarman, menyatakan bahwa pihaknya akan segera mengadakan pertemuan dengan pemerintah desa, warga, serta Forkopimcam untuk mencari solusi terbaik.
“Insya Allah besok pagi akan kami gelar diskusi bersama guna menentukan langkah konkret dalam mengatasi banjir ini,” ujarnya.
Aksi damai ini turut dihadiri oleh Kapolsek Sayung AKP Suprapto, Kepala Desa Loireng Mukorobin, serta sejumlah pihak terkait. Warga berharap pemerintah dapat segera bertindak agar bencana ini tidak semakin berlarut-larut.
Kontributor: Sam/Red