Ahad Pon, 06 Apr 2025 / 7 Syawwal 1446 H
x
Banner

Jadwal Sholat Hari Ini Ahad Pon, 06 Apr 2025 / 7 Syawwal 1446 H untuk Kab. Demak

Imsak
04:15
Subuh
04:25
Dzuhur
11:43
Ashar
15:00
Maghrib
17:43
Isya
18:52

Demak Darurat Banjir! 25.981 Jiwa Terdampak, Ratusan Warga Mengungsi

waktu baca 3 menit
Samsul Maarif
Rabu, 5 Feb 2025 07:06
0
224

Demak-NU Online Demak

Hujan deras dengan intensitas tinggi serta buruknya sistem drainase menyebabkan banjir di beberapa wilayah Kabupaten Demak. Bencana ini mulai terjadi sejak Sabtu, 18 Januari 2025, dan hingga kini masih berdampak pada ribuan warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak mencatat sebanyak 130 jiwa mengungsi ke dua lokasi pengungsian. Di Balai Desa Prampelan, Kecamatan Sayung, terdapat 29 KK atau 86 jiwa, sementara di Kecamatan Karangtengah, pengungsi tersebar di dua lokasi, yaitu Balai Desa Batu yang menampung 8 KK atau 23 jiwa, serta Mushola Desa Batu dengan 15 KK atau 44 jiwa.

Dampak Banjir Meluas ke Ribuan Warga

Plt. Kalak BPBD Demak, Haris Wahyudi, mengungkapkan bahwa hingga saat ini dua kecamatan masih terdampak banjir, yakni Kecamatan Sayung dan Karangtengah.

“Saat ini banjir masih menggenangi sembilan desa di dua kecamatan, yaitu Desa Sayung, Kalisari, Loireng, dan Prampelan di Kecamatan Sayung, serta Desa Batu, Wonoagung, Rejosari, Wonokerto, dan Wonowoso di Kecamatan Karangtengah,” ujarnya, Senin (3/2/2025).

Berdasarkan data BPBD, banjir ini berdampak pada ±6.040 KK dengan total 25.981 jiwa. Selain itu, 2.532 rumah, 1 perkantoran, 20 sekolah, ±150 hektar lahan pertanian, 30 tempat ibadah, 11 pasar tradisional, serta 7 area pemakaman ikut terendam.

Menurut Haris, penyebab utama banjir ini adalah buruknya aliran drainase di beberapa titik.

“Penyempitan saluran air di Desa Banjarsari membuat aliran tidak lancar sehingga air meluap ke jalan raya. Selain itu, limpasan Sungai Setu di Desa Batu dan Sungai Sruni di Desa Karangasem serta Desa Dombo menyebabkan genangan air yang cukup luas,” jelasnya.

Upaya Penanganan dan Kebutuhan Mendesak

BPBD Demak bersama Pemdes dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DINPUTARU) Kabupaten Demak telah melakukan berbagai langkah darurat untuk mengatasi dampak banjir.

“Hari ini kami melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan DINPUTARU, serta melakukan asesmen di lokasi terdampak. Mobil pompa juga sudah mulai dioperasikan untuk mempercepat surutnya air,” kata Haris.

Selain itu, tim Dinas Kesehatan (Dinkes) juga telah diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga terdampak di Balai Desa Prampelan dan Desa Batu. Meski begitu, kebutuhan mendesak masih harus segera dipenuhi.

“Saat ini kami membutuhkan pompa air, pembuatan sabuk desa, karung zak, normalisasi aliran sungai, serta bantuan logistik berupa sembako untuk para pengungsi,” tambahnya.

Saat ini, empat titik pompa air telah difungsikan untuk mempercepat surutnya banjir, yaitu di depan Balai Desa Sayung (BPBD Demak), wilayah Sayung Wetan (BBWS), Dukuh Pendilan Desa Kalisari (BPBD Provinsi Jawa Tengah dan PU), serta Sungai Penceng (Desa Kalisari).

Berbagai pihak turut serta dalam upaya penanggulangan banjir ini, termasuk BPBD Kabupaten Demak, BPBD Provinsi Jawa Tengah, Pemdes, Forkopimcam, DINPUTARU, DINSOS P2PA, Polsek, Koramil, serta relawan kebencanaan dan PMI Demak.

Kontributor: Sam/Red

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertanyaan Keamanan *Batas waktu terlampaui. Harap lengkapi captcha sekali lagi.

LAINNYA
x