Demak-NU Online Demak
Hujan deras dengan intensitas tinggi serta buruknya sistem drainase menyebabkan banjir di beberapa wilayah Kabupaten Demak. Bencana ini mulai terjadi sejak Sabtu, 18 Januari 2025, dan hingga kini masih berdampak pada ribuan warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak mencatat sebanyak 130 jiwa mengungsi ke dua lokasi pengungsian. Di Balai Desa Prampelan, Kecamatan Sayung, terdapat 29 KK atau 86 jiwa, sementara di Kecamatan Karangtengah, pengungsi tersebar di dua lokasi, yaitu Balai Desa Batu yang menampung 8 KK atau 23 jiwa, serta Mushola Desa Batu dengan 15 KK atau 44 jiwa.
Dampak Banjir Meluas ke Ribuan Warga
Plt. Kalak BPBD Demak, Haris Wahyudi, mengungkapkan bahwa hingga saat ini dua kecamatan masih terdampak banjir, yakni Kecamatan Sayung dan Karangtengah.
“Saat ini banjir masih menggenangi sembilan desa di dua kecamatan, yaitu Desa Sayung, Kalisari, Loireng, dan Prampelan di Kecamatan Sayung, serta Desa Batu, Wonoagung, Rejosari, Wonokerto, dan Wonowoso di Kecamatan Karangtengah,” ujarnya, Senin (3/2/2025).
Berdasarkan data BPBD, banjir ini berdampak pada ±6.040 KK dengan total 25.981 jiwa. Selain itu, 2.532 rumah, 1 perkantoran, 20 sekolah, ±150 hektar lahan pertanian, 30 tempat ibadah, 11 pasar tradisional, serta 7 area pemakaman ikut terendam.
Menurut Haris, penyebab utama banjir ini adalah buruknya aliran drainase di beberapa titik.
“Penyempitan saluran air di Desa Banjarsari membuat aliran tidak lancar sehingga air meluap ke jalan raya. Selain itu, limpasan Sungai Setu di Desa Batu dan Sungai Sruni di Desa Karangasem serta Desa Dombo menyebabkan genangan air yang cukup luas,” jelasnya.
Upaya Penanganan dan Kebutuhan Mendesak
BPBD Demak bersama Pemdes dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DINPUTARU) Kabupaten Demak telah melakukan berbagai langkah darurat untuk mengatasi dampak banjir.
“Hari ini kami melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan DINPUTARU, serta melakukan asesmen di lokasi terdampak. Mobil pompa juga sudah mulai dioperasikan untuk mempercepat surutnya air,” kata Haris.
Selain itu, tim Dinas Kesehatan (Dinkes) juga telah diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga terdampak di Balai Desa Prampelan dan Desa Batu. Meski begitu, kebutuhan mendesak masih harus segera dipenuhi.
“Saat ini kami membutuhkan pompa air, pembuatan sabuk desa, karung zak, normalisasi aliran sungai, serta bantuan logistik berupa sembako untuk para pengungsi,” tambahnya.
Saat ini, empat titik pompa air telah difungsikan untuk mempercepat surutnya banjir, yaitu di depan Balai Desa Sayung (BPBD Demak), wilayah Sayung Wetan (BBWS), Dukuh Pendilan Desa Kalisari (BPBD Provinsi Jawa Tengah dan PU), serta Sungai Penceng (Desa Kalisari).
Berbagai pihak turut serta dalam upaya penanggulangan banjir ini, termasuk BPBD Kabupaten Demak, BPBD Provinsi Jawa Tengah, Pemdes, Forkopimcam, DINPUTARU, DINSOS P2PA, Polsek, Koramil, serta relawan kebencanaan dan PMI Demak.
Kontributor: Sam/Red