Ahad Pon, 06 Apr 2025 / 7 Syawwal 1446 H
x
Banner

Jadwal Sholat Hari Ini Ahad Pon, 06 Apr 2025 / 7 Syawwal 1446 H untuk Kab. Demak

Imsak
04:15
Subuh
04:25
Dzuhur
11:43
Ashar
15:00
Maghrib
17:43
Isya
18:52

Sulitnya Dapat Gas 3 Kg, Warga Demak Keluhkan Kebijakan Baru

waktu baca 2 menit
Samsul Maarif
Rabu, 5 Feb 2025 07:18
0
267

Demak-NU Online Demak

Isu kelangkaan gas LPG 3 kilogram (Kg) atau yang dikenal sebagai gas melon di Kabupaten Demak menuai beragam respons dari masyarakat. Meski pemerintah telah menegaskan bahwa stok gas melon mencukupi, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa warga, terutama ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil, masih kesulitan mendapatkannya.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kecil (Dinagkop-UKM) Kabupaten Demak, Iskandar Zulkarnain, menampik adanya kelangkaan. Menurutnya, pihaknya telah mengusulkan penambahan kuota sebanyak 78.400 tabung yang sudah disetujui dan dikirim oleh Pertamina.

“Sebenarnya nggak langka. Kemarin kita sudah usulkan penambahan, jumlah yang diajukan juga sudah disetujui dan dikirim,” ungkapnya, Selasa (4/2/2025).

Namun, ia mengakui bahwa kebijakan pemerintah terkait penyaluran LPG subsidi yang tidak boleh dijual ke pengecer menjadi tantangan tersendiri. Saat ini, terdapat 1.640 pangkalan dan 22 agen resmi di Demak yang terus dipantau untuk memastikan distribusi tetap berjalan sesuai aturan.

“Pemerintah ingin harga gas tetap sesuai HET dan tepat sasaran, karena selama ini masih banyak penyimpangan dalam distribusinya,” jelasnya.

Meski demikian, ia menilai kebijakan tersebut perlu disosialisasikan lebih matang agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Sementara itu, masyarakat justru mengeluhkan kebijakan yang mewajibkan pembelian gas hanya di pangkalan. Salah satunya adalah Yuni, warga Demak, yang merasa aturan tersebut sangat merugikan, terutama bagi pelaku usaha kecil.

“Penyaluran gas 3 Kg lewat pangkalan itu menurut saya keputusan yang merugikan masyarakat dan bisa mematikan usaha kecil,” keluhnya.

Ia menuturkan bahwa akibat aturan tersebut, banyak warga harus mencari gas hingga ke luar daerah, bahkan ada yang mengalami kecelakaan fatal saat berburu tabung LPG.

“Saya prihatin, ada ibu-ibu yang sampai cari gas ke Grobogan dan mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia. Semoga hal seperti ini tidak terulang lagi,” tambahnya.

Hal serupa juga dirasakan oleh Mak Eva, warga Sayung yang terdampak banjir. Ia harus berjibaku dengan genangan air demi mendapatkan LPG.

“Saya tadi susah payah mencari gas di tengah banjir. Tolonglah, kalau bikin kebijakan, yang wajar dan tidak menyulitkan rakyat,” ujarnya.

Kendati demikian, masyarakat menyambut baik keputusan terbaru Presiden Prabowo yang kembali mengizinkan pengecer menjual LPG 3 Kg seperti biasa.

“Itu kabar baik bagi kami. Semoga ke depan tidak ada lagi kesulitan dalam mendapatkan gas melon,” harap Mak Eva.

Kontributor: Sam/Red

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertanyaan Keamanan *Batas waktu terlampaui. Harap lengkapi captcha sekali lagi.

LAINNYA
x