Demak-NU Online Demak
Bencana banjir akibat air rob dan curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Demak dalam beberapa waktu terakhir mulai berangsur surut. Sejumlah desa di Kecamatan Bonang yang sebelumnya terendam air kini menunjukkan tanda-tanda pemulihan, meski beberapa wilayah masih tergenang.
Bati Tuud Koramil 02/Bonang Kodim 0716/Demak, Serma Eko Agung, mengungkapkan bahwa air di beberapa titik, seperti Desa Krajanbogo, sudah tidak lagi menggenang. Namun, di Desa Gebang, meski rumah warga tidak terendam, satu Tempat Pemakaman Umum (TPU) masih terendam air. Selain itu, akses jalan menuju pasar dan Dukuh Glondong masih tertutup genangan air setinggi 5 hingga 10 sentimeter.
“Untuk Desa Kembangan, sawah warga masih tergenang sekitar 173 hektar, meskipun air di rumah-rumah sudah mulai surut. Begitu juga di Desa Sumberejo, masih ada sekitar 50 hektar sawah yang tergenang dengan ketinggian air berkisar 3 hingga 10 sentimeter,” jelasnya, Kamis (13/2/2025).
Di Desa Karangrejo, banjir masih merendam sekitar 164 hektar sawah dengan ketinggian air antara 5 hingga 10 sentimeter. Kondisi lebih parah terjadi di Desa Purworejo, di mana 153 rumah warga yang tersebar di 66 RT dan 7 RW masih terendam banjir bercampur rob. Di dalam rumah, air mencapai ketinggian rata-rata 5 sentimeter, sementara akses jalan antar-dukuh terendam hingga 15 sentimeter. Tambak ikan seluas 375 hektar di desa tersebut juga terdampak.
Senada, Danramil 02/Bonang, Lettu Czi Muhamad Kamidi, menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan harian terhadap perkembangan banjir di wilayah Kecamatan Bonang.
“Setiap hari kita update kondisi banjir, mulai dari rumah warga, sawah, perkantoran, hingga fasilitas umum. Alhamdulillah, tidak ada warga yang mengungsi. Kita doakan bersama agar air cepat surut dan aktivitas warga bisa kembali normal,” katanya.
Sementara itu, laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak menyebutkan bahwa hingga saat ini, 21 desa di tiga kecamatan masih tergenang air, meski debitnya terus menurun. Plt Kalak BPBD Demak, Haris Wahyudi, menyampaikan bahwa di Desa Sayung, ketinggian air telah turun 40 sentimeter dari awal banjir, sedangkan di Desa Loireng mengalami penurunan 15 sentimeter.
“Secara umum, di Kecamatan Karangtengah, debit air mengalami penurunan antara 10 hingga 15 sentimeter. Sementara di Kecamatan Bonang, banjir di beberapa desa yang berada di pesisir laut mulai surut. Rumah warga, kantor, dan fasilitas umum sudah mulai dibersihkan dari sisa banjir. Akses jalan utama pun sudah kembali digunakan,” ungkapnya.
Banjir yang melanda Demak berdampak pada sekitar 17.247 kepala keluarga dengan total 58.882 jiwa. Sebanyak 4.432 rumah, 7 perkantoran, 41 sekolah, 50 tempat ibadah, 12 pasar tradisional, 13 makam, dan 4 fasilitas kesehatan turut terdampak. Selain itu, sektor pertanian mengalami kerugian dengan 415 hektar sawah yang terendam. Beruntung, saat ini seluruh warga yang sempat mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.
Kontributor: Sam/Red