Foto bersama peserta LKL dengan Fasilitator, Ketua Fatayat NU Demak dan Hj. Nur Sa’adah usai acara penutupan. (Foto NUO Demak/dok). Jepara, NU Online Demak
Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (FNU) Kabupaten Demak mengadakan Latihan Kader Lanjutan (LKL). Kegiatan dilaksanakan di Two Rich Hotel Bandengan Jepara, Sabtu – Ahad (25-26/10/2025) dan diikuti oleh 56 peserta dengan rincian 54 dari Demak dan 2 dari Jepara.
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Demak, Khoirun Nisa, menucapkan terima kasihnya kepada panitia dan peserta yang telah mensukseskan dan mengikuti LKL dari awal sampai akhir. Kegiatan LKL kali ini mengambil tema “Menyemai Kader, Menciptakan Leader yang Militan, Inovatif dan Kontributif”.
Tema ini mengandung maksud bahwa kader yang mengikuti LKL harapannya ke depan akan melanjutkan estafet pengabdian dan menjadi leader (pemimpin) yang militant kepada organisasi. Selain itu juga pemimpin yang inovatif dan memberikan kontribusi nyata kepada umat.
Nisa juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, Hj. Nur Sa’adah, yang juga Pembina PC Fatayat NU Kabupaten Demak karena telah memfasilitasi kegiatan LKL ini. Dan kami tunggu program-program selanjutnya, tandasnya.
Selamat untuk peserta LKL karena sudah meluangkan waktunya 2 hari untuk mengikuti kegiatan, semoga ilmu yang didapat mendapat keberkahan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para fasilitator yang telah membersamai selama 2 hari, tutupnya.
Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Tengah, Solkhah Mufrikhah, menyampaikan selamat kepada peserta yang telah mengikuti kegiatan LKL. Kalian semua hebat dan luar biasa.
Dari beberapa Kabupaten/Kota di Jawa tengah jelas Solkhah, hanya Demak yang berada di zona hijau. Karena ada zona kuning, hijau muda, dan hijau. Untuk Fatayat NU Demak masuk di zona hijau.
“Terima kasih kepada Hj. Nur Sa’adah, ia tidak hanya sebagai pembina Fatayat NU di Demak, tetapi pembina kita juga di PW”, katanya.
Pembina PC Fatayat NU Kabupaten Demak Hj. Nur Sa’adah yang turut hadir dalam kegiatan menyampaikan, LKL itu materinya kompleks, tidak seperti saat di LKD. Materi LKL ada Aswaja, Islam Nusantara, ke-NU-an dan Kefatayatan, Kepemimpinan dan Organisasi, Advokasi Kebijakan, Komunikasi dan Pengelolaan Media, Strategi Membangun Jaringan, dan Manajemen Konflik.
Fatayat NU selain kegiatan kaderisasi seharusnya juga ada pelatihan terkait keprotokoleran dan kesehatan reproduksi untuk ibu-bu muda. Karena itu sangat penting sekali, tambah Mbak Ida, sapaan akrab Hj. Nur Sa’adah.
Kenapa protokoler penting jelasnya, karena selama ini ketika pembawa acara (MC) membacakana susunan acara masih ada yang menyebut PCNU itu dengan sebutan pimpinan, padahal P-nya seharusnya itu pengurus.
“Kesehatan reproduksi sangat penting sekali karena anggota Fatayat itu rata-rata dari ibu-ibu muda, makanya perlu pembekalan kesehatan reproduksi agar bisa difahami untuk dirinya, anaknya dan keluarganya”.
Kontributor : Rohmad Sholeh