Demak-NU Online Demak
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Demak kembali melaksanakan lailatul ijtima’ putaran ketiga. Di gelar di aula lantai 2 PCNU Demak pada Selasa (24/12/2024). Nampak jajaran forkompimda diantaranya Taufik Rifai (asisten 1 bidang pemerintahan), perwakilan Polres dan juga Dandim 0716.
Selain itu, turut hadir Rois Syuriah PCNU Demak KH M Zainal Arifin Ma’shum, Wakil Rois Syuriah KH Alawi Mas’udi, Mustyasayar PCNU KH Moh Asyiq.
Ketua PCNU Demak KH Aminudin dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan lailatul ijtima’ putaran ketiga ini adalah mensosialisasikan hasil pertemuan ketua PCNU se Jawa Tengah serta PWNU Jateng dengan jajaran PBNU di Surakarta akhir pekan yang lalu.
“Jajaran struktur NU mulai dari PBNU hingga ranting, lembaga dan banom-banomnya wajib hukumnya tegak lurus dengan kebijakan PBNU, Sehingga tidak keluar dari roda organisasi. Hal ini penting dalam rangka menjaga marwah organisasi,” ucapnya.
Kyai asal Mutih Kulon Wedung tersebut juga menambahkan terkait dengan isu Musyawarah Luar Biasa (MLB), hasil pertemuan dengan PBNU maka PCNU se Jateng dan PWNU Jawa tengah menolak secara tegas dan jelas tolak MLB. Sehingga nanti kalau ada deklarasi itu bukan mewakili lembaga.
“Syarat MLB itu berat, harus 50+1 dan yang menyelenggarakan haruslah PBNU, Hingga saat ini jawa tengah sepakat menolaknya termasuk Jawa Barat dan beberapa provinsi lainnya, misalnya ada perbedaan gunakan forum yang terhormat yaitu forum-forum yang tepat. Kalau tinggat pusat ya muktamar, kalau tingkat provinsi ya konferensi dll,” imbuhnya.
Selain itu juga, kyai Amin menyampaikan terkait dengan yang lagi viral tentang adanya penolakan habib, NU sendiri mengambil sikap melindungi semua ulama yang ada di nusantara. Termasuk munculnya Perjuangan Walisongo Indonesia (PWI) itu diluar perkumpulan NU. Dan PBNU melarang untuk membincangkan masalah nasab. Bahkan jika ada pengurus NU yang masuk kepengurusan akan di evaluasi.
Penulis: Choerul Rozak/Red