Semarang-NU Online Demak
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah akan merespons berbagai isu aktual dan strategis yang tengah meresahkan masyarakat. Hal ini akan dibahas dalam forum rapat pleno PWNU Jateng pada Sabtu, (22/03/2025). Rapat tersebut akan dihadiri oleh pengurus lengkap Syuriah, Tanfidziyah, Mustasyar, ketua-ketua badan otonom NU, serta seluruh ketua lembaga NU di lingkungan PWNU Jateng.
Isu-isu strategis yang akan dibahas meliputi pandangan PWNU Jateng terhadap praktik korupsi dan manipulasi produk atau komoditas yang merugikan masyarakat, keberlangsungan pendidikan madrasah diniyah dalam konteks kebijakan lima hari sekolah di Jawa Tengah, serta imbauan terkait perayaan Idulfitri tahun 2025.
Ketua PWNU Jateng, KH Abdul Ghofarrozin, yang akrab disapa Gus Rozin, menegaskan bahwa sebagai organisasi sosial-keagamaan yang memiliki karakter social society, PWNU Jateng memiliki perhatian besar terhadap persoalan sosial dan ekonomi, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat.
“Seperti minyak goreng, bahan bakar minyak, elpiji, pupuk, dan kebutuhan dasar lainnya. Saat ini, kebutuhan pokok tersebut mengalami carut marut sehingga menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat, terutama umat akar rumput,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa situasi ini perlu direspons secara objektif, komprehensif, dan tegas.
“Praktik penimbunan komoditas, pengoplosan BBM, pengurangan takaran atau volume, dan sebagainya merupakan pelanggaran terhadap hak-hak dasar umat. Para pelaku mencari kekayaan secara membabi buta. Akibatnya, hidup umat semakin sulit, penderitaan meningkat, dan kesenjangan sosial semakin lebar,” tegas Gus Rozin.
Lebih lanjut, Gus Rozin menjelaskan bahwa praktik-praktik seperti pengoplosan dan pengurangan takaran juga merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanat rakyat. Ia menilai, sangat disayangkan ketika umat menghadapi banyak kesulitan dan pemerintah sedang berusaha meningkatkan kesejahteraan serta menurunkan angka kemiskinan, ada oknum yang melakukan korupsi dan kolusi dengan angka yang fantastis.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada umat, PWNU Jateng akan merespons persoalan ini melalui pembahasan bersama, sehingga sikap yang diambil merupakan keputusan organisasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Alhamdulillah, banyak kader dan pengurus PWNU Jateng yang memiliki kapasitas dan kompetensi di bidang sosial ekonomi dan kebijakan publik, sehingga respons PWNU akan didasarkan pada realitas dan semangat membangun,” jelasnya.
Terkait perayaan Idulfitri tahun ini, Gus Rozin mengungkapkan bahwa PWNU Jateng mendorong pendirian posko-posko yang melayani, mendampingi, dan mengedukasi para pemudik. Ia juga mengimbau para pemudik untuk menaati aturan demi terciptanya ketertiban, kenyamanan, dan suasana keagamaan.
“Seperti biasanya, NU bersama badan otonom serta lembaga-lembaga NU akan mendirikan posko Lebaran yang tersebar di seluruh Jawa Tengah,” pungkasnya.
Sumber: NU Online Jateng