Taushiyah

Geliat Malam Akhir Ramadhan

Choerul Rozak
Penulis
396 Dilihat 0 Komentar
Geliat Malam Akhir Ramadhan

NU Online Demak

Geliat malam sepuluh hari terakhir di Bulan Ramadhan menunjukkan betapa besar keinginan kaum muslimin untuk meraih keagungan lailatul qadar, terutama di malam-malam ganjil. Masjid-masjid yang dibuka dua puluh empat jam menandakan bahwa dipersilahkannya bagi yang ingin meningkatkan kesungguhannya dalam beribadah.

Di sepuluh hari terakhir Bulan Ramadhan, Rasulullah saw memberikan teladan dalam kesungguhannya beribadah yang melebihi kesungguhannya pada malam-malam sebelumnya (dua puluh hari sebelumnya).

Iklan Tengah Artikel
Banner Iklan Responsif (728x90)

Hadits nabi:


كَانَ رَسُوْلُ اللهً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِيْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِيْ غَيْرِهِ


Artinya:
Pada malam sepuluh terakhir, Rasulullah SAW (lebih) bersungguh-sungguh (untuk beribadah), melebihi kesungguhannya pada malam yang lain. (HR Muslim)

Penulis: H Ahmad Niam Syukri Masruri

Sumber: NU Online Jateng/Red

Iklan Akhir Artikel
Banner Iklan Responsif (728x90)
Bagikan:
Choerul Rozak
Choerul Rozak

Penulis lepas di NU Demak

Lihat Semua Tulisan

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tinggalkan Komentar
Membalas komentar dari