Foto bersama Ustadz Ustadzah Madin Miftahul Ulum Desa Ketanjung bersama para santri yang diwisuda (Foto NUO Demak/dok). Karanganyar, NU Online Demak
Madrasah Diniyah (Madin) Miftahul Ulum Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, menggelar Muwadda’ah Akhir Sanah untuk Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) kelas akhir dan kenaikan kelas, kegiatan dilaksanakan di ruang kelas Madin setempat, Ahad (08/02/2026) siang.
Kepala Madin Miftahul Ulum Desa Ketanjung, Moh Turaekhan menyampaikan, mempunyai anak yang berakhlak mulia adalah cita-cita semua wali murid, akan tetapi untuk mencapainya tidaklah mudah.

Untuk mencapai hal tersebut bisa dimulai dari lingkungan keluarga, lingkungan sekitar atau dari pergaulan, dan bisa juga dari pendidikan formal. Ketiganya sangat berperan dalam mewujudkan cita-cita bersama, jelas Turaekhan.
Pendidikan agama harus diprioritaskan lanjutnya, karena yang paling kita butuhkan adalah mempunyai anak yang Saleh dan Salehah yang bisa meneruskan perjuangan dalam beribadah kepada Allah SWT.
“Tak lupa ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada wali murid Madrasah Miftahul Ulum yang sudah memberikan kepercayaan kepada madrasah untuk mendidik putra-putrinya”.
Di Madin Miftahul Ulum ada beberapa program urainya, diantaranya : pertama, solat jama’ah ashar sebagai bekal anak agar terbiasa melaksanakan solat dan membiasakan solat. Kedua, infak Senin dan Kamis sebagai sarana ikut membantu meringankan beban orang lain. Ketiga, Menabung, program ini fokus untuk membantu wali murid setiap bulan jika kesulitan bayar syahriyah.
Perwakilan Wali Murid kelas akhir MDA yang diwisuda, Mukhlishoh, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ustadz Ustadzah atas dedikasinya selama ini yang telah mendidik anak-anak dengan iklas selama 6 tahun yang dimulai sejak di TPQ.
Atas dedikasi Ustadz Ustadzah kami tidak bisa membalas apapun, hanya do’a yang bisa kami panjatkan semoga panjenengan semua selalu diberikan kesehatan, rezeki yang berkah dan selalu istiqomah dalam berkhidmat menyerdaskan umat, harapnya.
Dan apabila putra-putri kami dalam mencari ilmu selama ini ada hal yang tidak berkenan di hati Ustadz Ustadzah semua, kami memintakan maaf atas segala khilaf dan sikap putra-putri kami selama ini.
Mukhlishoh menutup sambutannya dengan senuah pantun;
“Beli kain di pasar Madiun,
Warna biru yang corak pekat,
Semoga anak-anak Madin Miftahul Ulum cerdas dan santun,
Juga memperoleh ilmu yang bermanfaat”.
Kontributor : Rohmad Sholeh