Jajaran pejabat dan panitia berdiri saat pembukaan Turnamen Mobile Legends Kapolres Cup 2026 di Pendopo Kabupaten Demak, Jumat (3/4/2026). Kegiatan ini diikuti ratusan pelajar sebagai wadah pengembangan bakat di bidang esport. Foto: Sam NU Online Demak – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, kehadiran esport menjadi fenomena baru yang semakin diminati generasi muda. Di Kabupaten Demak, hal ini terlihat dari tingginya antusiasme pelajar dalam mengikuti Turnamen Mobile Legends Kapolres Cup 2026 yang digelar di Pendopo Kabupaten Demak, Jumat (3/4/2026).
Sebanyak 103 tim dari pelajar tingkat SMP dan SMA turut ambil bagian dalam ajang tersebut. Mereka tidak hanya berkompetisi memperebutkan hadiah uang tunai sebesar Rp10 juta, tetapi juga berusaha menunjukkan kemampuan terbaik dalam permainan yang menuntut strategi, kerja sama, dan ketangkasan berpikir.
Turnamen ini adalah bukti bahwa dunia digital, jika diarahkan dengan baik, dapat menjadi sarana pembinaan generasi muda. Selain mengasah kemampuan teknis, para peserta juga dilatih untuk menjunjung tinggi sportivitas dan etika dalam berkompetisi.

Kapolres Demak, AKBP Arrizal Samelino, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap generasi muda agar memiliki ruang berekspresi yang positif.
“Kami ingin anak-anak muda dapat menyalurkan energi dan bakatnya dalam kegiatan yang bermanfaat, serta terhindar dari perilaku negatif seperti tawuran dan balap liar,” ujarnya.
Ketua ESI Demak, Abdul Khalim, menambahkan bahwa turnamen ini adalah langkah awal dalam membangun ekosistem esport di daerah.
“Dengan diikuti 103 tim, ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki pelajar di Demak. Kami berharap mereka bisa berkembang dan ke depan mampu berprestasi di tingkat yang lebih tinggi,” katanya.
Salah satu peserta, Zaihan dari SMA Futuhiyah Mranggen, mengaku mendapatkan pengalaman baru dari keikutsertaannya.
“Ini pertama kali saya ikut turnamen seperti ini. Seru dan menantang, apalagi lawannya juga kuat-kuat,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan. Menurutnya, selain menjadi hiburan, turnamen esport juga dapat menjadi motivasi bagi pelajar untuk berprestasi di era digital.
“Semoga ke depan semakin sering diadakan, supaya teman-teman lain juga bisa ikut dan berkembang,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, esport tidak lagi dipandang sekadar permainan, tetapi sebagai sarana pembinaan yang mampu membentuk karakter generasi muda yang disiplin, sportif, dan bertanggung jawab. Diharapkan, dari ajang seperti ini akan lahir bibit-bibit atlet yang siap mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih luas.