Jum'at Legi, 05 Des 2025 / 14 Jumadil Akhir 1447 H
x
Banner

Jadwal Sholat Hari Ini Jum'at Legi, 05 Des 2025 / 14 Jumadil Akhir 1447 H untuk Kab. Demak

Imsak
03:40
Subuh
03:50
Dzuhur
11:32
Ashar
14:57
Maghrib
17:46
Isya
19:02

Desa Tugu Berjuang Hadapi Abrasi, Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Jadi Fokus Utama

waktu baca 2 menit
Samsul Maarif
Minggu, 2 Feb 2025 20:21
0
975

Sayung-NU Online Demak

Abrasi yang terus menggerus wilayah pesisir menyebabkan Desa Tugu, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, mengalami dampak signifikan. Tak hanya merusak pemukiman warga, abrasi juga mengancam berbagai fasilitas umum, termasuk jalan, rumah, dan sekolah. Untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah desa berupaya melakukan berbagai langkah strategis guna melindungi wilayahnya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Desa Tugu, Hartono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan beberapa program prioritas untuk menanggulangi dampak abrasi, di antaranya rekonstruksi tanggul serta perbaikan jalan yang mengalami kerusakan parah.

“Kami akan membangun kembali tanggul dan jalan yang terputus akibat abrasi. Selain itu, kami juga mengadakan program bedah rumah karena banyak warga yang rumahnya roboh dan tenggelam. Kami ingin memastikan mereka tetap memiliki tempat tinggal yang layak,” jelas Hartono, Jumat (31/1/2025).

Pembangunan infrastruktur, terutama akses jalan, menjadi fokus utama karena kerusakan yang terjadi telah menghambat aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat. Hingga saat ini, proyek pembangunan jalan telah mencapai 1,5 kilometer dari target 2 kilometer. Proses pembangunan dilakukan secara bertahap sejak 2021 dengan total anggaran lebih dari Rp 493 juta.

Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah desa juga mendorong ketahanan pangan dengan mengoptimalkan lahan yang tersisa untuk budidaya ikan bandeng dan itik.

“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang ada dengan beternak bandeng dan itik. Bandeng dapat tumbuh dengan cepat, sedangkan itik bisa dipanen dalam waktu 1,5 bulan. Ini adalah solusi bagi keterbatasan lahan di desa kami,” tambah Hartono.

Dampak abrasi juga dirasakan oleh sektor pendidikan. Tiga sekolah di Desa Tugu terendam air, sehingga menghambat proses belajar mengajar. Pemerintah desa terus mengupayakan bantuan bagi keluarga kurang mampu agar anak-anak mereka tetap bisa bersekolah.

Sejumlah program bantuan sosial, seperti Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), telah diajukan kepada pemerintah. Sebagian dari bantuan tersebut telah disetujui dan disurvei oleh pihak terkait untuk segera direalisasikan.

Hartono menegaskan bahwa pembangunan di Desa Tugu akan terus dilakukan secara bertahap dengan dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah.

“Kami mengalokasikan dana desa sebesar Rp 10 juta, ditambah bantuan dari pusat Rp 20 juta dan kabupaten Rp 20 juta. Kami optimistis dengan kerja sama yang baik, Desa Tugu dapat bertahan dan berkembang di tengah ancaman abrasi yang semakin mengkhawatirkan,” pungkasnya.

Kontributor: Sam/Red

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertanyaan Keamanan *Batas waktu terlampaui. Harap lengkapi captcha sekali lagi.

LAINNYA
x