Peserta Haflah Al-Qur’an dan Pelantikan PAC Fatayat NU Kecamatan Bonang (Foto NUO Demak/dok) Bonang, NU Online Demak
Haflah Al-Qur’an dan Pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Bonang bersama 26 Pimpinan Ranting (PR) se-Kecamatan Bonang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Betahwalang, Ahad (5/4/2026).
Momentum ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga penguatan peran strategis Fatayat NU dalam pemberdayaan perempuan dan masyarakat. Rangkaian Haflah Al-Qur’an menjadi simbol komitmen spiritual, sementara pelantikan menjadi titik awal pengabdian organisatoris yang lebih progresif.

Kegiatan ini dihadiri Ketua Jam’iyah Perempuan Pengasuh Pesantren dan Mubalighoh (JPPPM Pusat), Nyai Hanik Maftuhah. Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, Hj. Ida Nur Sa’adah. Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Demak, Khoirun Nisa. Serta jajaran pengurus ranting se-Kecamatan Bonang dan tamu undangan lainnya.
Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Bonang, Ulyatun Najah, mempunyai harapan besar agar kepengurusan baru mampu membawa organisasi lebih maju melalui program-program yang telah dirancang.
Ia menekankan pentingnya implementasi nyata agar program tidak berhenti pada wacana, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
“Melalui sinergi dan komitmen bersama, kami berharap Fatayat NU Bonang menjadi organisasi yang progresif, responsif, serta menjadi ruang belajar dan pengabdian bagi perempuan muda NU,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Fatayat harus hadir sebagai garda terdepan dalam penguatan sosial-keagamaan, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta pembangunan karakter masyarakat berbasis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.
Ketua PC Fatayat NU Demak, Khoirun Nisa, menyampaikan selamat dan sukses atas pelantikan PAC Fatayat NU Bonang beserta 26 ranting. Ia menekankan pentingnya soliditas pengurus serta menjadikan Fatayat sebagai wadah peningkatan kapasitas diri agar mampu menjadi perempuan yang membanggakan keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama.
Nisa juga menegaskan pentingnya soliditas dan loyalitas pengurus. Menurutnya, Fatayat bukan sekadar organisasi, tetapi wadah kaderisasi perempuan yang berdaya dan berakhlak. Hal ini selaras dengan peran Fatayat dalam pembinaan karakter dan nilai keagamaan di masyarakat.
Sementara itu, Hj. Ida Nur Sa’adah memberikan apresiasi atas pelantikan serentak yang melibatkan banyak ranting. Ia mendorong para pengurus untuk terus berkhidmah dan menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat.
Nyai Hanik Maftuhah turut mengingatkan bahwa setiap langkah kebaikan sekecil apa pun pasti akan bernilai ibadah. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijak sebagai sarana dakwah dan pemberdayaan perempuan di era digital.
Nyai Hanik juga menegaskan, bahwa Fatayat NU sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama memiliki peran strategis dalam bidang sosial, keagamaan, dan pemberdayaan Perempuan.
Dengan semangat kebersamaan dan sinergi lintas elemen, Fatayat NU Bonang optimis mampu terus tumbuh menjadi organisasi perempuan Nahdliyin yang mandiri, berdaya, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat dan bangsa, pungkasnya.