Lembaga dan Banom

LESBUMI NU Demak Gelar Ta’aruf Dan Konsolidasi Pengurus Baru

Ika Fitriani
Penulis
1,370 Dilihat 0 Komentar
LESBUMI NU Demak Gelar Ta’aruf Dan Konsolidasi Pengurus Baru

Bonang-NU Online Demak

Sebagai upaya untuk menguatkan barisan dalam menjalankan organisasi, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi NU) Cabang Demak menggelar koordinasi sekaligus Ta’aruf antar pengurus pada Kamis (27/7/2023), adapun tempatnya di Rumah Makan Bule, Wonosari Demak.

“Lesbumi harus menjadi pelopor untuk mempublikasikan serta melestarikan budaya-budaya yang sudah ada Demak,” ungkap Ali Murtadho selaku pembina Lesbumi.

Ali menuturkan bahwa peninggalan-peninggalan sejarah zaman dulu seperti lawang bledek, soko guru dan peninggalan yang lain harus kita publish agar anak-anak muda sekarang paham akan sejarah tersebut.

Lebih lanjut raden Ali yang secara garis nasab masih keturunan kasepuhan Kalijaga berharap Lesbumi kedepan budaya di Demak harus berkembang karena Demak merupakan poros Islam Nusantara harus bisa menabuh kembali gamelan Sunan Kalijaga.

“Anak-anak milineal harus kita gandeng agar mengenal NU dan budaya Islam, budaya yang ada harus kita kemas dengan tampilan yang menarik sesuai prinsip “al muhafadzah 'ala al qadim al shalih, wa al akhdzu bi al jadid al ashlah” yaitu tetap memegang tradisi yang positif, dan mengimbangi dengan mengambil hal-hal baru yang positif,”  Pungkasnya.

Iklan Tengah Artikel
Banner Iklan Responsif (728x90)

Senada, Ketua PC Lesbumi Ahmad Fadholi menyampaikan titik tujuan program-program Lesbumi  menggali serta mengakaji budaya-budaya yang ada di Demak.

“Jangan sampai budaya yang sudah ada hanya dijadikan tradisi namun tidak mampu menyampaikan pesan moral ataupun makna dari budaya itu sendiri. Seperti halnya grebek beasar, di zaman sekarang anak-anak muda tidak mengetahui esensi grebek besar, yang mereka lihat hanya dangdutan serta sarana hiburan semata,” imbuh Fadholi.

Menurutnya, tradisi selametan, tahlilan, dan tradisi-tradisi  NU yang lain sekarang di perkotaan sudah mulai menghilang. Itu bagian dari tugas kita sebagai lembaga dibawah naungan NU bagaimana bisa merangkul semua elemen masyarakat agar tetap nguri-nguri amaliah NU.

“Saya berharap kedepan Lesbumi harus berkolaborasi dengan dinas pariwisata, Pemkab, serta instansi-instansi lain agar Lesbumi bisa menjadi pelopor untuk mengangkat budaya-budaya yang ada di Demak,” pungkas Fadholi.

Kontributor: Ika Fitriani/Cr/Redaksi

Iklan Akhir Artikel
Banner Iklan Responsif (728x90)
Bagikan:
Ika Fitriani
Ika Fitriani

Penulis lepas di NU Demak

Lihat Semua Tulisan

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tinggalkan Komentar
Membalas komentar dari