NU DEMAK – Menanggapi dinamika yang berkembang di media sosial terkait potongan video penampilan salah satu grup drumband dalam acara Gebyar Muharram menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, pihak panitia bersama pengurus Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) NU Mranggen menyampaikan klarifikasi resmi serta permohonan maaf kepada seluruh lapisan masyarakat.
Acara Gebyar Muharram sendiri merupakan agenda tahunan syiar Islam yang telah berjalan konsisten sebanyak 16 kali. Pada tahun ini, acara dimeriahkan oleh total 26 grup drumband dari berbagai daerah dan sekolah.
Mewakili unsur Pembina Yayasan NUN yang menaungi madrasah, HM Ridwan Sulhan, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang timbul akibat viralnya salah satu penampil. Pihaknya menyadari bahwa penampilan tersebut memicu polemik, khususnya di kalangan warga jam'iyyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Mranggen serta masyarakat luas.
"Kami memohon maaf kepada Pembina dan Pengurus Yayasan NUN, MWC NU Mranggen, serta semua pihak yang merasa kurang nyaman dengan adanya penampilan salah satu grup peserta drumband tersebut. Hal ini menjadi catatan penting dan bahan evaluasi mendalam bagi kami," ujar HM Ridwan Sulhan setelah melakukan koordinasi dengan Kepala MTs dan MA NU Mranggen.
Poin-Poin Klarifikasi dan Komitmen Kedepan
Pihak penyelenggara menyampaikan beberapa poin penting sebagai bentuk pertanggungjawaban publik:
Selektivitas Ketat di Masa Depan: Kejadian ini dipandang sebagai bahan evaluasi total. Pihak madrasah dan yayasan berkomitmen untuk jauh lebih selektif dalam menyaring peserta di masa yang akan datang, dengan kewajiban menjaga norma-norma yang hidup di masyarakat, khususnya norma agama dan syariat Islam.
Fokus pada Prestasi dan Syiar: Pihak sekolah berharap publik juga melihat esensi utama dari acara ini. Selain sebagai pesta rakyat, Gebyar Muharram merupakan panggung apresiasi bagi siswa berprestasi. Pada momen yang sama, MA NU Mranggen memberikan apresiasi tinggi berupa hadiah 1 unit sepeda motor Honda kepada seorang siswa tahfidz yang telah berhasil merampungkan hafalan 30 juz Al-Qur'an.
Pihak MTs dan MA NU Mranggen berterima kasih atas segala perhatian, kritik, serta saran membangun yang diberikan oleh seluruh elemen masyarakat. Segala masukan yang ada akan dijadikan dasar perbaikan agar kegiatan syiar Islam di tahun-tahun mendatang dapat berjalan lebih baik, sejalan dengan visi madrasah untuk melahirkan generasi yang kreatif, maju, namun tetap kokoh memegang teguh akhlakul karimah.
Kontak Media / Informasi Lebih Lanjut: Humas Panitia Gebyar Muharram MTs-MA NU Mranggen Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tinggalkan Komentar