Warga Demak

Strategi Mengatasi Gerakan Tutup Mulut pada Bayi dari Pakar Kesehatan

Samsul Maarif
Penulis
862 Dilihat 0 Komentar
dr. Laurentia Yustiono spesialis anak saat menjelaskan di RSKW (Foto: Sam),
dr. Laurentia Yustiono spesialis anak saat menjelaskan di RSKW (Foto: Sam),

Demak-NU Online Demak

Gerakan Tutup Mulut (GTM) sering dialami oleh bayi saat mereka menolak makanan, terutama ketika memasuki masa Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) di usia 6 bulan. MP ASI merupakan makanan yang mudah dikonsumsi dan dicerna oleh bayi serta menyediakan nutrisi tambahan penting untuk pertumbuhan mereka.

Seorang spesialis anak, dr. Laurentia Yustiono, menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat bayi mengalami GTM. "Makan sebaiknya dilakukan tanpa distraksi seperti HP atau TV, karena anak di bawah 2 tahun tidak dianjurkan untuk melihat layar," ujarnya dalam sebuah talk show di studio RSKW, Rabu (10/7).

Ia menambahkan pentingnya makan di meja tanpa berpindah-pindah tempat. "Jika memungkinkan, duduk bersama saat makan sangat penting. Ini dapat membantu anak yang picky eater lebih tertarik untuk makan. Makan bersama orang tua dapat memacu anak untuk merasa lapar dan ingin makan," kata Laurentia.

Iklan Tengah Artikel
Banner Iklan Responsif (728x90)

Lebih lanjut, Laurentia menekankan pentingnya ASI sebagai sumber nutrisi utama bagi bayi yang baru lahir. "Kolostrum, ASI pertama yang berwarna kuning dan bertekstur kental, sangat baik untuk bayi. Ibu yang tidak menyusui akan menghasilkan ASI dalam jumlah yang lebih sedikit dan akhirnya bisa berhenti," jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa bayi yang diberi susu formula cenderung mengalami kenaikan berat badan lebih cepat dibanding bayi yang diberi ASI. "Ini disebabkan oleh kandungan asam lemak berlebih pada susu formula, meskipun imunitas bayi yang diberi ASI lebih besar," tutup Laurentia.

Kontributor: Sam/Red

Iklan Akhir Artikel
Banner Iklan Responsif (728x90)
Bagikan:
Samsul Maarif
Samsul Maarif

Penulis lepas di NU Demak

Lihat Semua Tulisan

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tinggalkan Komentar
Membalas komentar dari