Warga Demak

Pemkab Demak Perkuat Antisipasi Penyebaran PMK: Fokus Vaksinasi dan Edukasi Peternak

Samsul Maarif
Penulis
632 Dilihat 0 Komentar
Pemkab Demak Perkuat Antisipasi Penyebaran PMK: Fokus Vaksinasi dan Edukasi Peternak

Demak-NU Online Demak

Pemerintah Kabupaten Demak semakin intensif dalam menangani penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Selain rutin menggelar vaksinasi, langkah antisipatif lainnya yang dilakukan adalah penyemprotan desinfektan di pasar hewan dan peternakan.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Sri Padyastuti, melaporkan bahwa hingga 9 Januari 2025, sebanyak 29 ekor sapi di empat kecamatan, yakni Dempet, Wonosalam, Karangawen, dan Sayung, telah terjangkit PMK.

“Saat ini, kasus PMK di Demak hanya ditemukan pada sapi. Untuk kerbau, kambing, dan domba, belum ada laporan,” ungkapnya, Kamis (9/1).

Meski populasi ternak di Demak tidak terlalu besar, yaitu 3.600 ekor sapi, 2.000 ekor kerbau, 30.500 ekor kambing, dan 49.000 ekor domba, kebutuhan daging sapi di wilayah ini masih bergantung pada pasokan dari daerah lain, seperti Boyolali. Sementara itu, Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Demak hanya melayani pemotongan kerbau.

Pemkab Demak bersama tim gabungan, termasuk Babinkamtibmas, aktif mengedukasi masyarakat terkait bahaya PMK dan pentingnya vaksinasi. Meski distribusi vaksin dari pemerintah pusat baru akan tersedia pada Februari, Sri Padyastuti optimistis program vaksinasi dapat kembali berjalan.

Iklan Tengah Artikel
Banner Iklan Responsif (728x90)

Ia juga menegaskan bahwa sapi yang terjangkit PMK tetap aman dikonsumsi asalkan melalui penanganan yang benar.

“PMK bukan penyakit zoonosis. Bagian seperti tracak, mulut, dan jeroan harus direbus untuk memastikan virus tidak menyebar. Selain itu, budaya memasak daging hingga matang sempurna di masyarakat Demak meminimalkan risiko penularan,” jelasnya.

Sri mengakui bahwa tantangan terbesar dalam penanganan PMK adalah kesadaran peternak. Sebagian peternak sempat menolak vaksinasi, sehingga upaya sosialisasi terus digencarkan untuk mengubah pola pikir mereka.

“Jika PMK dibiarkan, bukan hanya produktivitas ternak yang menurun, tetapi juga kerugian ekonomi yang besar. Pengobatan pun tidak cukup sekali, melainkan harus dilakukan dua hingga tiga kali,” tambahnya.

Dengan langkah-langkah yang semakin masif, Pemkab Demak berharap kasus PMK dapat ditekan dan kesehatan ternak tetap terjaga demi memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat.

Kontributor: Sam/Red

Iklan Akhir Artikel
Banner Iklan Responsif (728x90)
Bagikan:
Samsul Maarif
Samsul Maarif

Penulis lepas di NU Demak

Lihat Semua Tulisan

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tinggalkan Komentar
Membalas komentar dari