Kudus, NU Online Demak, - Sekolah Dasar (SD) Unggulan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kudus menggelar kegiatan Sosialisasi Wali Murid dan Seminar Parenting. Kegiatan yang bertema “Langkah Bijak Orang Tua dalam Mewujudkan Anak yang Sholih dan Sholihah” itu dilaksanakan di Auditorium Kampus Universitas Muria Kudus (UMK), Sabtu (25/7/2026) dengan menghadirkan KH. Abdullah Maksum sebagai narasumber utama.
Kepala SD Unggulan Muslimat NU Kudus, Farid Widjil Mubarok, menyampaikan
bahwa setiap orang tua tentu mendambakan putra-putrinya tumbuh menjadi anak
yang saleh dan salehah. Untuk mewujudkan harapan itu, tidak cukup hanya
mengandalkan pendidikan di sekolah, tetapi diperlukan kolaborasi dan kerja sama
yang erat antara orang tua, guru, dan pihak sekolah dalam mendidik,
mendampingi, serta mengawasi perkembangan anak.
Tantangan dalam mendidik anak pada era saat ini semakin
kompleks, jelasnya. Tidak jarang seorang anak menunjukkan perilaku yang baik di
rumah, tetapi belum tentu berperilaku sama di sekolah. Sebaliknya, ada pula
anak yang tampak baik di sekolah, namun berbeda ketika berada di rumah. Oleh
karena itu, komunikasi dan sinergi antara orang tua dengan pihak sekolah
menjadi sangat penting agar pembinaan terhadap anak dapat berjalan secara
berkesinambungan.
Ia juga mengingatkan beberapa tantangan yang dihadapi
anak-anak saat ini, di antaranya dalam memilih teman bergaul serta penggunaan
telepon genggam (HP) yang belum disesuaikan dengan kebutuhan dan usia anak.
“Orang tua diharapkan memberikan pendampingan dan pengawasan
agar anak tidak terpengaruh oleh hal-hal yang dapat menghambat perkembangan
karakter, akhlak, maupun masa depannya”, tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Farid menekankan pentingnya
menanamkan kecintaan terhadap ilmu sejak usia dini. Ia mengutip nasihat Imam
Asy-Syafi'i rahimahullah, yang berbunyi: "Barang siapa yang tidak mampu
menahan lelahnya belajar sesaat, maka ia harus menanggung pahitnya kebodohan
sepanjang hidupnya".
Melalui nasihat tersebut, ia mengajak seluruh orang tua
untuk terus memotivasi putra-putrinya agar memiliki semangat belajar, mencintai
ilmu, serta bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu sebagai bekal menjalani
kehidupan.
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Enterprener Ar Ridwan Wonosobo, KH.
Abdullah Maksum, dalam paparannya menyampaikan bahwa orang-orang hebat pada
umumnya lahir dari keluarga yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pendidikan
anak-anaknya.
Ia memberikan contoh nyata anak berprestasi, di antaranya Bisma
dari Kudus. Bisma yang pada usia masih sangat muda telah mampu menghafalkan
Al-Qur'an 30 juz, kitab Bulughul Maram, kitab Riyadhus Shalihin, dan kitab
Alfiyah Ibnu Malik.
Ada lagi, Ubaidillah Rayan Azrai dari Jawa Timur, pada usia
13 tahun ia telah mampu mensyarahi (memberikan penjelasan) kitab karya Imam
Al-Ghazali, yaitu Minhajul Abidin, kitab tasawuf yang fenomenal dengan Ihya'
Ulumuddin.
Pada dasarnya urai KH. Abdullah Maksum, setiap anak
membutuhkan tiga jenis pendidik. Dalam hal ini, orang tua dapat menjalankan
ketiga peran tersebut, yaitu:
Pertama, orang tua berperan sebagai Syaikhunat Ta'lim. Ini fokus
pada pengembangan kemampuan akademik anak, yaitu membimbing dan memberikan
bekal ilmu pengetahuan. Kedua, Syaikhunat Tarbiyah, fokus pada proses
pembentukan karakter, meliputi: pendidikan akhlak mahmudah, pembiasaan perilaku
positif, penanaman nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.
Kemudian ketiga Syaikhunat Tarqiyah. Fokus pada pembinaan
spiritual anak, yaitu: membersihkan jiwa, memurnikan keimanan, menguatkan akidah
kepada Allah SWT.
Pada dasarnya, orang tua tidak hanya bertugas mendidik anak
agar cerdas secara akademik, tetapi juga bertanggung jawab membentuk karakter
yang mulia serta membimbing perkembangan spiritualnya. Ketiga aspek tersebut
harus berjalan secara seimbang agar lahir generasi yang berilmu, berakhlak, dan
memiliki keimanan yang kuat, pungkasnya.
Salah satu Wali Murid SD Unggulan Muslimat NU Kudus yang
hadir, Suhartini, mengatakan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman dan
motivasi yang sangat berarti baginya sebagai orang tua. Kegiatan ini
menyadarkannya bahwa keberhasilan pendidikan anak bukan hanya menjadi tanggung
jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif orang tua dalam
mendidik, mendampingi, membimbing, serta mengawasi perkembangan anak di rumah.
Materi yang disampaikan oleh narasumber semakin menguatkan
keyakinannya bahwa komunikasi dan kerja sama yang baik antara orang tua dan
pihak sekolah merupakan kunci dalam membentuk karakter, akhlak, dan prestasi
anak.
Di tengah berbagai tantangan zaman, seperti pergaulan dan
penggunaan teknologi digital, orang tua dituntut untuk lebih bijaksana dalam
memberikan pendampingan, menjadi teladan, serta menciptakan lingkungan keluarga
yang mendukung tumbuh kembang anak, katanya.
Melalui kegiatan ini, ia semakin yakin bahwa anak-anak akan
lebih mudah meraih cita-cita dan tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan salehah
apabila terdapat sinergi yang harmonis antara keluarga dan sekolah.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tinggalkan Komentar