Pendidikan

KKG PAI Kecamatan Dempet Demak Sosialisasikan Capaian Pembelajaran No. 020 Tahun 2026

Rohmad Sholeh
Penulis
42 Dilihat 0 Komentar
KKG PAI Kecamatan Dempet Demak Sosialisasikan Capaian Pembelajaran No. 020 Tahun 2026
Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Dempet, Mas'ud, saat memberikan sambutan (Foto NUO Demak/dok).

Dempet, NU Online Demak,Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kecamatan Dempet Kabupaten Demak sosialisasikan Capaian Pembelajaran  (CP) Nomor  020 Tahun 2026 tentang Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP). Kegiatan  diselenggarakan di SD Negeri Kedungori 1, Selasa (28/7/2026).

Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Dempet, Mas'ud, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada KKG PAI Kecamatan Dempet atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini.

Menurutnya, kegiatan semacam ini merupakan wujud komitmen bersama dalam meningkatkan profesionalisme guru PAI agar mampu mengikuti perkembangan kebijakan kurikulum. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada seluruh Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti mengenai perubahan Capaian Pembelajaran (CP) terbaru sebagai bekal dalam mempersiapkan implementasi kurikulum pada Tahun Ajaran 2027/2028.

Ia menegaskan bahwa seluruh Guru PAIBP harus memahami perubahan Capaian Pembelajaran Nomor 020 Tahun 2026, karena perubahan tersebut akan menjadi pedoman pembelajaran mulai Tahun Ajaran 2027/2028. Oleh karena itu jelasnya, guru diharapkan mempersiapkan diri sejak dini agar proses pembelajaran nantinya dapat berjalan sesuai dengan arah kebijakan terbaru.

Selain itu, Mas’ud juga memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya peningkatan literasi membaca Al-Qur'an bagi guru PAIBP. Guru PAI tidak hanya dituntut mampu mengajarkan materi, tetapi juga harus memiliki kemampuan membaca Al-Qur'an yang baik, benar, fasih, dan sesuai kaidah tajwid sehingga dapat menjadi teladan bagi peserta didik.

“Dengan meningkatnya kompetensi literasi Al-Qur'an guru, diharapkan kualitas pembelajaran agama Islam di sekolah juga akan semakin meningkat”.

Pada kesempatan tersebut, Mas’ud juga menyampaikan informasi Lomba Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) Tingkat Kecamatan Dempet yang akan dilaksanakan pada 3 September 2026 di SD Negeri Balerejo 2.

Ia berharap seluruh sekolah mempersiapkan peserta didik secara maksimal agar mampu meraih prestasi hingga tingkat Kabupaten Demak. Lebih dari sekadar mengejar juara, ia menekankan bahwa kegiatan MAPSI merupakan sarana membentuk generasi yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta pengamalan ajaran Islam yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Pengawas Pendidikan Agama Islam Kecamatan Dempet, Abdur Rosyid, dalam paparannya memberikan motivasi kepada seluruh Guru PAIBP agar senantiasa meningkatkan kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian sebagai pendidik. Guru PAI harus terus belajar, memperkuat kemampuan literasi membaca Al-Qur'an, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menjadi teladan dalam akhlakul karimah bagi seluruh peserta didik.

Ia memberikan apresiasi kepada guru-guru PAIBP yang telah menyandang predikat hafizh dan hafizhah Al-Qur'an. Di Kabupaten Demak terdapat 48 guru PAIBP hafizh/hafizhah, dan Kecamatan Dempet menjadi salah satu Kecamatan yang turut memiliki guru-guru dengan kompetensi tersebut. Hal ini diharapkan menjadi motivasi bagi guru lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur'an.

Capaian Pembelajaran (CP) Nomor 020 Tahun 2026 akan mulai diberlakukan pada Tahun Ajaran 2027/2028, sehingga seluruh guru perlu memahami perubahan-perubahan yang terdapat di dalamnya sejak sekarang, terang Rosyid.

Secara umum lanjutnya, perubahan CP Tahun 2026 menekankan pada pembelajaran PAI yang lebih holistik, tidak hanya mengembangkan pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap, karakter, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran Islam.

Pembelajaran diperkaya melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan penguatan Lima Dimensi Cinta, yaitu cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama manusia, serta cinta tanah air.

Perubahan CP juga didasarkan pada hasil Asesmen Tuntas Baca Al-Qur'an (TBQ) Tahun 2025 yang menunjukkan masih rendahnya kemampuan membaca Al-Qur'an, sehingga penguatan literasi Al-Qur'an menjadi salah satu fokus utama.

Rumusan kompetensi dalam CP terbaru dibuat lebih konkret dan terukur dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati, seperti membaca, menulis, menghafal, membedakan, menjelaskan, menerapkan, menceritakan, dan merefleksikan, jelas Rosyid.

Beberapa perubahan penting pada jenjang Sekolah Dasar antara lain perluasan materi huruf hijaiyah bersambung hingga Fase A, B, dan C sebagai penguatan kemampuan membaca Al-Qur'an, materi azan dan ikamah dipindahkan ke Fase B, materi puasa diperluas menjadi puasa wajib dan sunah pada Fase C.

Kemudian materi hadis tentang keragaman diganti menjadi hadis tentang berbuat baik kepada orang tua, guru, dan teman, serta materi wakaf mulai diperkenalkan sebagai pengganti materi hadiah. Perubahan-perubahan tersebut disusun agar kompetensi peserta didik berkembang secara lebih bertahap, mendalam, dan sesuai kebutuhan pembelajaran masa kini, pungkas Rosyid.
Pengirim: Suhartini
Kontributor dan Editor: Rohmad Sholeh
Bagikan:
Rohmad Sholeh
Rohmad Sholeh

Penulis lepas di NU Demak

Lihat Semua Tulisan

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tinggalkan Komentar
Membalas komentar dari