Dempet, NU Online Demak, - Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kecamatan Dempet Kabupaten Demak sosialisasikan Capaian Pembelajaran (CP) Nomor 020 Tahun 2026 tentang Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP). Kegiatan diselenggarakan di SD Negeri Kedungori 1, Selasa (28/7/2026).
Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan dan Kebudayaan
Kecamatan Dempet, Mas'ud, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang
setinggi-tingginya kepada KKG PAI Kecamatan Dempet atas terselenggaranya
kegiatan sosialisasi ini.
Menurutnya, kegiatan semacam ini merupakan wujud komitmen
bersama dalam meningkatkan profesionalisme guru PAI agar mampu mengikuti
perkembangan kebijakan kurikulum. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman
kepada seluruh Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti mengenai perubahan
Capaian Pembelajaran (CP) terbaru sebagai bekal dalam mempersiapkan implementasi
kurikulum pada Tahun Ajaran 2027/2028.
Ia menegaskan bahwa seluruh Guru PAIBP harus memahami
perubahan Capaian Pembelajaran Nomor 020 Tahun 2026, karena perubahan tersebut
akan menjadi pedoman pembelajaran mulai Tahun Ajaran 2027/2028. Oleh karena itu
jelasnya, guru diharapkan mempersiapkan diri sejak dini agar proses
pembelajaran nantinya dapat berjalan sesuai dengan arah kebijakan terbaru.
Selain itu, Mas’ud juga memberikan perhatian khusus terhadap
pentingnya peningkatan literasi membaca Al-Qur'an bagi guru PAIBP. Guru PAI
tidak hanya dituntut mampu mengajarkan materi, tetapi juga harus memiliki
kemampuan membaca Al-Qur'an yang baik, benar, fasih, dan sesuai kaidah tajwid
sehingga dapat menjadi teladan bagi peserta didik.
“Dengan meningkatnya kompetensi literasi Al-Qur'an guru,
diharapkan kualitas pembelajaran agama Islam di sekolah juga akan semakin
meningkat”.
Pada kesempatan tersebut, Mas’ud juga menyampaikan informasi Lomba
Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) Tingkat Kecamatan Dempet yang akan
dilaksanakan pada 3 September 2026 di SD Negeri Balerejo 2.
Ia berharap seluruh sekolah mempersiapkan peserta didik
secara maksimal agar mampu meraih prestasi hingga tingkat Kabupaten Demak.
Lebih dari sekadar mengejar juara, ia menekankan bahwa kegiatan MAPSI merupakan
sarana membentuk generasi yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta
pengamalan ajaran Islam yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Pengawas Pendidikan Agama Islam Kecamatan Dempet, Abdur
Rosyid, dalam paparannya memberikan motivasi kepada seluruh Guru PAIBP agar
senantiasa meningkatkan kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan
kepribadian sebagai pendidik. Guru PAI harus terus belajar, memperkuat
kemampuan literasi membaca Al-Qur'an, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta
menjadi teladan dalam akhlakul karimah bagi seluruh peserta didik.
Ia memberikan apresiasi kepada guru-guru PAIBP yang telah
menyandang predikat hafizh dan hafizhah Al-Qur'an. Di Kabupaten Demak terdapat
48 guru PAIBP hafizh/hafizhah, dan Kecamatan Dempet menjadi salah satu Kecamatan
yang turut memiliki guru-guru dengan kompetensi tersebut. Hal ini diharapkan
menjadi motivasi bagi guru lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan membaca,
menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur'an.
Capaian Pembelajaran (CP) Nomor 020 Tahun 2026 akan mulai
diberlakukan pada Tahun Ajaran 2027/2028, sehingga seluruh guru perlu memahami
perubahan-perubahan yang terdapat di dalamnya sejak sekarang, terang Rosyid.
Secara umum lanjutnya, perubahan CP Tahun 2026 menekankan
pada pembelajaran PAI yang lebih holistik, tidak hanya mengembangkan
pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap, karakter, dan keterampilan peserta
didik dalam mengamalkan ajaran Islam.
Pembelajaran diperkaya melalui pendekatan Pembelajaran
Mendalam (Deep Learning) dengan penguatan Lima Dimensi Cinta, yaitu cinta
kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan
sesama manusia, serta cinta tanah air.
Perubahan CP juga didasarkan pada hasil Asesmen Tuntas Baca
Al-Qur'an (TBQ) Tahun 2025 yang menunjukkan masih rendahnya kemampuan membaca
Al-Qur'an, sehingga penguatan literasi Al-Qur'an menjadi salah satu fokus
utama.
Rumusan kompetensi dalam CP terbaru dibuat lebih konkret dan
terukur dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati, seperti
membaca, menulis, menghafal, membedakan, menjelaskan, menerapkan, menceritakan,
dan merefleksikan, jelas Rosyid.
Beberapa perubahan penting pada jenjang Sekolah Dasar antara
lain perluasan materi huruf hijaiyah bersambung hingga Fase A, B, dan C sebagai
penguatan kemampuan membaca Al-Qur'an, materi azan dan ikamah dipindahkan ke
Fase B, materi puasa diperluas menjadi puasa wajib dan sunah pada Fase C.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tinggalkan Komentar