Berita NU

PCNU Demak Dorong IPNU-IPPNU Perkuat Kaderisasi dan Hadirkan Solusi bagi Masyarakat

25 Dilihat 0 Komentar
PCNU Demak Dorong IPNU-IPPNU Perkuat Kaderisasi dan Hadirkan Solusi bagi Masyarakat
Sambutan PCNU Demak dalam Pelantikan PC IPNU-IPPNU Demak Masa Khidmat 2026-2028

DEMAK — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Demak mendorong kepengurusan baru Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU Demak masa khidmat 2026–2028 untuk memperkuat kaderisasi sekaligus menghadirkan kerja nyata yang mampu menjawab persoalan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Demak, K.H. A. Shidiq Sugiarto, SE, dalam acara pelantikan PC IPNU-IPPNU Demak masa khidmat 2026–2028 di Pendopo Kabupaten Demak, Ahad (9/8/2026).

Menurut Shidiq, kepengurusan baru perlu menjadikan momentum pelantikan dan rapat kerja sebagai ruang untuk merumuskan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Organisasi tidak cukup hanya menjalankan kegiatan rutin, tetapi harus mampu membaca persoalan yang berkembang di Kabupaten Demak dan menghadirkan solusi melalui kerja nyata.

IPNU-IPPNU Merupakan Organisasi Kader

Shidiq menegaskan bahwa IPNU dan IPPNU memiliki posisi sebagai organisasi kader, sehingga kaderisasi harus menjadi salah satu prioritas utama dalam menjalankan roda organisasi.

“Utamakan kaderisasi karena memang IPNU-IPPNU adalah merupakan organisasi kader bukan organisasi gerakan dan bukan organisasi politik.”

Menurutnya, penguatan kaderisasi menjadi penting untuk memastikan keberlanjutan organisasi sekaligus menyiapkan generasi penerus Nahdlatul Ulama.

Kaderisasi tidak hanya berkaitan dengan penambahan jumlah anggota, tetapi juga bagaimana organisasi mampu membentuk kader yang memiliki kapasitas, ideologi, serta kesiapan untuk berkontribusi di tengah masyarakat.

Karena itu, pengurus IPNU-IPPNU Demak diharapkan tidak kehilangan orientasi utama sebagai organisasi kader di tengah berbagai dinamika organisasi dan perkembangan zaman.

Jangan Datang ke Pemerintah Hanya Membawa Proposal

Selain menekankan kaderisasi, Shidiq memberikan pesan agar IPNU-IPPNU mengubah pola komunikasi dengan pemerintah.

Ia mendorong kader agar tidak hanya datang kepada pemerintah dengan membawa proposal kegiatan dan meminta dukungan.

Sebaliknya, pengurus perlu terlebih dahulu membaca berbagai persoalan yang berkembang di Kabupaten Demak, kemudian merumuskan gagasan dan program yang dapat menjadi solusi.

Dengan pola tersebut, IPNU-IPPNU dapat membangun hubungan yang lebih strategis dengan pemerintah sekaligus menunjukkan kontribusi organisasi bagi masyarakat.

Menurut Shidiq, organisasi harus mampu menawarkan gagasan dan kerja nyata, bukan sekadar meminta dukungan untuk melaksanakan kegiatan.

Besarkan Organisasi, Kuatkan Ideologi

Shidiq juga mengingatkan pentingnya menjaga ideologi organisasi.

Menurutnya, kebesaran IPNU-IPPNU tidak harus selalu ditunjukkan melalui simbol atau tampilan organisasi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kader mampu menjalankan kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

“Besarkan organisasi, kuatkan ideologi.”

Ia menegaskan bahwa kerja nyata kader pada akhirnya akan menjadi ukuran keberadaan organisasi di tengah masyarakat.

Dengan demikian, keberhasilan IPNU-IPPNU tidak semata-mata dilihat dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan, tetapi dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Kader Harus Membaca Persoalan Demak

Pesan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi kepengurusan baru PC IPNU-IPPNU Demak.

Selama masa khidmat 2026–2028, pengurus diharapkan mampu memetakan persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan generasi muda.

Dari persoalan tersebut, organisasi kemudian dapat menyusun program yang relevan dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat kepengurusan baru yang mengusung tema “Restrukturisasi Pelajar NU Demak dalam Upaya Menggerakkan Organisasi yang Progresif, Transformatif, dan Berdampak.”

Restrukturisasi dengan demikian tidak hanya berkaitan dengan perubahan kepengurusan, tetapi juga harus diwujudkan melalui perubahan cara kerja organisasi.

Kaderisasi dan Kerja Nyata Jadi Tantangan Kepengurusan Baru

Bagi PCNU Demak, kepengurusan baru IPNU-IPPNU memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan organisasi tetap menjadi ruang kaderisasi bagi pelajar NU sekaligus mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Penguatan ideologi, kaderisasi, serta keberanian membaca persoalan daerah menjadi modal penting untuk membangun organisasi yang semakin kuat.

Di sisi lain, kemampuan mengubah persoalan menjadi program dan program menjadi kerja nyata akan menentukan sejauh mana keberadaan IPNU-IPPNU dapat dirasakan masyarakat.

Dengan demikian, pesan PCNU Demak kepada kepengurusan Faza-Salma tidak berhenti pada ucapan selamat atas pelantikan, tetapi menjadi tantangan untuk membuktikan bahwa organisasi pelajar NU mampu tumbuh sebagai organisasi kader yang kuat sekaligus memberikan solusi nyata bagi Kabupaten Demak. (afy)

Bagikan:
Ahmad Faiz Yahya
Ahmad Faiz Yahya

Penulis lepas di NU Demak

Lihat Semua Tulisan

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tinggalkan Komentar
Membalas komentar dari