DEMAK, NU Online Demak — Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Demak masa khidmat 2026–2028 secara resmi dilantik pada Ahad (9/8/2026). Acara yang berlangsung khidmat di Pendopo Kabupaten Demak ini dirangkai dengan Rapat Kerja (Raker) kepengurusan baru untuk merumuskan program strategis dua tahun mendatang.
Pelantikan kali ini mengusung tema besar, yakni “Restrukturisasi Pelajar NU Demak dalam Upaya Menggerakkan Organisasi yang Progresif, Transformatif, dan Berdampak.”
Dalam prosesi tersebut, Muhammad Faza Thariqul Chasan resmi dilantik sebagai Ketua PC IPNU Kabupaten Demak, sementara Salma Nurul Firdaus dipercaya menakhodai PC IPPNU Kabupaten Demak. Keduanya, bersama seluruh jajaran pengurus, mengucap baiat kesediaan untuk menjalankan amanah organisasi, mengamalkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 1945.
Tiga Fokus Utama Kepengurusan
Dalam laporan panitia, kepengurusan PC IPNU-IPPNU Demak 2026–2028 menetapkan tiga fokus utama yang akan menjadi pijakan gerak organisasi ke depan:
Penataan tata kelola organisasi yang lebih profesional.
Kaderisasi yang transformatif dan masif di seluruh tingkatan.
Penciptaan program yang berdampak nyata bagi Kabupaten Demak dan seluruh kader pelajar NU.
Raker yang digelar setelah pelantikan diposisikan sebagai ruang krusial agar kegiatan ini tidak berhenti pada seremonial semata, melainkan menghasilkan blueprint program kerja yang aplikatif.
Pesan PCNU Demak: Hadirkan Solusi, Bukan Sekadar Seremonial
Sekretaris PCNU Kabupaten Demak, KH Siddiq Sugiarto, S.E., memberikan pesan menohok namun membangun bagi para pengurus baru. Ia menekankan agar IPNU-IPPNU tidak sekadar menjadi organisasi yang berorientasi pada acara seremonial atau sekadar mengajukan proposal kegiatan ke pemerintah.
“Jadi nanti kalau datang ke Pak Sekda jangan hanya minta kegiatan. Coba rumuskan persoalan-persoalan yang berkembang di Kabupaten Demak,” tegas KH Siddiq.
Beliau juga mengingatkan esensi IPNU-IPPNU sebagai organisasi kader, bukan organisasi politik. “Besarkan organisasi, kuatkan ideologi. Tidak perlu ditampakkan, tapi kerja real Anda akan dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Demak,” imbuhnya.
PW IPPNU Jateng Dorong Gerakan Back to School
Di sisi lain, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) IPPNU Jawa Tengah, Dwi Sangita, menyoroti pentingnya penguatan gerakan back to school atau menghidupkan kembali IPNU-IPPNU di lingkungan sekolah formal. Ia mencatat sudah ada 22 sekolah di bawah naungan LP Ma'arif NU yang mulai bersinergi, dan angka ini harus terus ditingkatkan.
Selain itu, Dwi juga memperkenalkan gagasan program “Teman Sebaya” sebagai wadah untuk menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan inovatif bagi para pelajar, khususnya pelajar putri.
Pemkab Demak Ajak Kolaborasi Pentahelix, Ingatkan Tugas Utama Pelajar
Mewakili Bupati Demak, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Demak, H. Ahmad Sugiharto, S.T., M.T., turut mengapresiasi pelantikan ini. Ia mengajak IPNU-IPPNU untuk terlibat dalam kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, komunitas, akademisi, dunia usaha, dan media dalam membangun daerah.
Namun, di balik tuntutan untuk aktif berorganisasi dan melek digital, Sekda Demak menitipkan satu pesan penting terkait kewajiban utama seorang pelajar.
“Tujuan utama panjenengan ini adalah belajar. Jangan dengan berorganisasi, belajar panjenengan terlupakan,” pesannya kepada seluruh kader yang hadir.
Acara pelantikan yang diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an dan selawat ini ditutup dengan serah terima jabatan, penyerahan cenderamata, dan penampilan seni dari Komisariat MA Nurul Huda Gajah. Momentum ini menjadi titik tolak bagi PC IPNU-IPPNU Demak untuk membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi muda NU yang berkarakter, berideologi kuat, dan berdampak nyata bagi masyarakat. (afy)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tinggalkan Komentar