Taushiyah

Niat Puasa Tarwiyah untuk Sabtu 15 Juni 2024

Choerul Rozak
Penulis
2,099 Dilihat 0 Komentar
Niat Puasa Tarwiyah untuk Sabtu 15 Juni 2024

Semarang, NU Online Demak

Dzulhijjah merupakan bulan mulia yang di dalamnya terdapat hari-hari istimewa, di antaranya adalah hari Tarwiyah. Di dua hari sebelum Idul Adha itu, umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa Tarwiyah.

ntuk tahun ini, puasa Tarwiyah umat Islam dilaksnakan pada Sabtu, 8 Dzulhijjah 1445 H atau bertepatan dengan 15 Juni 2024 M.

Dalam menjalankan ibadah puasa sunnah ini, tentu niat menjadi sebuah keharusan. Niat dilaksanakan waktu malam hari selepas terbenamnya matahari di hari sebelumnya hingga menjelang waktu Subuh pada hari H pelaksanaan puasa.

Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) Ustadz Alhafiz Kurniawan menulis niat puasa Tarwiyah sebagai berikut.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ لِلهِ تَعَالَى


Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati yaumit tarwiyah lillâhi ta‘ālā. 

Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Tarwiyah esok hari karena Allah SWT.”

Iklan Tengah Artikel
Banner Iklan Responsif (728x90)

Hal tersebut sebagaimana dikutip dari artikelnya berjudul Ini Lafal Niat Puasa Tarwiyah 8 Dzulhijjah yang dikutip NU Online Jateng pada Kamis (13/6/2024).

Puasa tarwiyah sunnah dilaksanakan saban tanggal 8 Dzulhijjah di setiap tahunnya sebagaimana ditegaskan oleh ulama dari Mazhab Syafi’i. Mereka juga menganjurkan agar puasa juga dilakukan di tujuh hari sebelumnya dan sehari setelahnya, 9 Dzulhijjah.

Syekh Said Muhammad Ba’asyin, dalam kitabnya yang berjudul Busyral Karim, sebagaimana dikutip Ustadz Alhafiz, menjelaskan bahwa puasa selama delapan hari sebelum hari Arafah dianjurkan.

"Ini yang dimaksud dengan perkataan matan, ’10 Dzulhijjah’. Tetapi puasa pada 8 Dzulhijjah dianjurkan sebagai bentuk ihtiyath terhadap hari Arafah dan juga termasuk 8 hari pertama Dzulhijjah,” tulis Redaktur Pelaksana Keislaman NU Online itu.

Sebagai informasi, ada tiga pendapat mengenai penamaan tanggal 8 Dzulhijjah itu disebut hari tarwiyah, yakni (1) perenungan Nabi Adam ketika membangun Ka’bah, (2) perenungan mendalam Nabi Ibrahim setelah bermimpi diperintah untuk menyembelih anaknya, dan (3) perenungan orang haji mengenai doa-doa yang hendak dipanjatkan pada hari Arafah nanti. Hal ini sebagaimana ditulis Sunnatullah dalam tulisan berjudul Penamaan Hari Tarwiyah, Arafah, dan Keutamaannya.

Sumber: NU Online Jateng

Iklan Akhir Artikel
Banner Iklan Responsif (728x90)
Bagikan:
Choerul Rozak
Choerul Rozak

Penulis lepas di NU Demak

Lihat Semua Tulisan

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tinggalkan Komentar
Membalas komentar dari