Jogoloyo, NU Online Demak, - Forum Kajian Sejarah Kerajaan Demak Bintoro dan Walisongo (FKS KDBWS) memperingati Ulang Tahun (Ultah) yang ke-5. Tasyakuran peringatan Ultah dilaksanakan di Perumahan Bumi Wonosalam Asri RT 02 RW 07 Nomor 17, Jogoloyo, Demak, Ahad (26/7/2026) beberapa waktu lalu.
Ketua Forum Kajian Sejarah Kerajaan Demak Bintoro dan Walisongo, Rohmad Soleh, mengatakan rasa syukurnya atas perjalanan Forum yang hingga saat ini. Forum didirikan tanggal 27 Juli 2021 lalu.
“Semoga eksistensi Forum Kajian Sejarah Kerajaan Demak Bintoro dan Walisongo ke depan dapat berjalan dengan baik dan membawa manfaat bagi masyarakat”, harapnya.
Perlu diketahui, bahwa narasi sejarah yang ada selama ini terkait Kerajaan Demak Bintoro dan Walisongo rata-rata bersumber dari naskah Babad dan Serat. Sementara naskah-naskah tersebut merupakan hasil produk sejarah (Historiografi) dari para pemikir Eropa terutama Kolonial Belanda, katanya.
Sesuai hasil diskusi Forum jelas Rohmad, sekitar 70 hingga 80 persen narasi sejarah Indonesia khususnya tentang Kerajaan Demak Bintoro dan Walisongo telah dimanipulasi oleh Belanda dan hal itu selama ini tidak disadari oleh masyarakat Indonesia.
Peneliti Sejarah Kerajaan Demak Bintoro dan Walisongo, Ahmad Kastono Abdullah Hasan (AKA Hasan) kepada NU Online Demak (4/8/2026) menyampaikan, bahwa Ultah Forum Kajian Sejarah Kerajaan Demak Bintoro dan Walisongo bersamaan dengan Ultah Dewan Walisongo.
“Dewan Walisongo didirikan tanggal 27 Juli 1466 oleh para Wali Se-Jawa pada pertemuan kedua yang diselenggarakan di Pesantren Glagah Wangi milik Syekh Maulana Maghribi Demak, jadi saat ini Dewan Walisongo memperingati Ultahnya ke-560”, urainya.
Peringatan Ultah ini diisi dengan bacaan Manakib Kubro Wali Jawa dengan mengirim bacaan Al-Fatihah dan tahlil serta do’a untuk para Wali yang ada di pulau Jawa dan Nusantara. Dari hasil penelitian AKA Hasan, ada sekitar 160-an Wali Keramat yang telah dikunjungi dan telitinya.
Adapun Wali tersebut terbagi dalam beberapa kelompok, yaitu Wali Fatkhul Jawi, Wali Perintis Dakwah Islam di tanah Jawa, Wali Konseptor Dakwah Islam di tanah Jawa, Wali Da’amah, Walisongo, Wali Abdal, Wali Tabi’, Wali Amirul Umaro, dan Wali Pejuang Dakwah Islam di tanah Jawa, jelas AKA Hasan.
Karena kita meyakini meskipun secara biologis dan syariat Islam, para wali Allah tetap mengalami kematian seperti manusia biasa. Namun, dalam pandangan tasawuf dan akidah Ahlussunnah wal Jamaah, arwah para wali dan orang saleh tetap hidup di alam barzah, pungkasnya.
Kontributor:
Akhmad Nur Qosim
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tinggalkan Komentar